306 Guru SD/SMP/SMA/SMK Ikuti Pemilihan Guru Berprestasi

Untuk meningkatkan kualifikasi guru dibidangnya masing-masing, Dinas Pendidikan Tobasa menyelenggarakan Pemilihan guru berprestasi tingkat SD/SMP/SMA/SMK selama tiga hari berturut-turut mulai Senin-Rabu (4-6/3) di SKP Porsea. Kegiatan itu diikuti 306 peserta terdiri dari guru, Kepala Sekolah dan Pengawas SD/SMP/SMA/SMK.

Kepala Dinas Pendidikan Mariani MPd melalui Kepala Bidang Tenaga Kependidikan Rudi H Sitompul menyebutkan, sesuai lama kegiatan, peserta dibagi tiga. Hari pertama pemilihan diikuti 102 guru SD/SMP/ SMA/SMK. Hari kedua 102 Kepala Sekolah SD/SMP/SMA/SMK dan hari ketiga 102 orang Pengawas SD/SMP/SMA/SMK.

Semua peserta diuji test tertulis oleh 3 penguji dari LPMP Medan antara lain DR Drs Sinar Bornok Sinurat MPd, Dra Darmalince Sitinjak MPd dan Drs Lungguk Sitorus MPd.

“Hasilnya, juara yang masuk 3 besar dari tiap tingkatan diambil. Rinciannya 3 guru SD, 3 SMP, 3 SMA/SMK, 3 Kepsek SD, 3 Kepsek SMP, 3 Kepsek SMA/SMK, 3 Pengawas SD, 3 Pengawas SMP dan 3 Pengawas SMA/SMK,” tutur Rudi.

Pemilihan guru berprestasi itu tidak sampai disitu saja. Setelah para juara yang masuk 3 besar dari tiap tingkatan diambil, di wawancara lagi, kemudian presentase dan pengumpulan portfolio guna mendapatkan 3 guru, 3 Kepsek dan 3 pengawas yang benar-benar berkualitas untuk dikirim sebagai utusan Tobasa ke tingkat provinsi mengikuti kegiatan serupa dan berkompetisi dengan guru, kepsek dan pengawas dari kabupaten/kota se Sumatera Utara.

“Jadi pemilihannya murni, tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan. Mulai dari awal hingga diperolehnya para juara, diserahkan kepada tim penguji dari LPMP Medan,” kata Rudi.

Ditanya dampak positif kegiatan. Disamping pemilihan guru berprestasi, kegiatan harapkan juga dapat meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru dalam pelaksanaan tugas profesionalnya serta membangun komitmen mutu guru dalam kerangka peningkatan mutu pembelajaran sesuai standar nasional pendidikan sehingga siswa-siswa ke depan kualitasnya lebih baik,” ujarnya.

By baligenews

Penerbitan Akta Kelahiran Tak Perlu Lagi Dengan Penetapan PN

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan proses pencatatan kelahiran yang melampaui batas waktu satu tahun, tidak perlu lagi melalui penetapan Pengadilan Negeri, mendapat apresiasi dari masyarakat Tobasa. Pasalnya masyarakat tidak lagi dipusingkan birokrasi yang rumit, apalagi masyarakat tidak terbiasa berhadapan dengan pengadilan.

“Kami senang dengan Putusan MK ini, karena beban kami akan berkurang dan waktu kami tidak lagi banyak tersita,” ujar Tiarma Doloksaribu warga Desa Marom Kecamatan Uluan di Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tobasa di Balige, Senin (6/5)

Berlin Marpaung, warga Balige juga mengatakan hal senada. Putusan MK ini dikatakannya suatu langkah yang tepat untuk memudahkan warga masyarakat mengurus akta kelahiran. Karena kata Berlin, sebelum Putusan MK, masyarakat yang minim memperoleh informasi sering kebingungan dengan birokrasi pencatatan kelahiran ini. Belum lagi terkait syarat administrasi, mendatangkan saksi bahwa anak bersangkutan benar lahir pada tanggal yang dicatatkan dan benar anak dari pasangan bapak ibu yang tercatat. Kemudian biaya yang dikeluarkan dan waktu yang banyak tersita.

Karena itu Berlin memberi aspresiasi yang tinggi terhadap MK yang mengeluarkan Putusan yang menyatakan bahwa proses pencatatan kelahiran yang melampaui batas waktu satu tahun, tidak perlu lagi dengan penetapan Pengadilan Negeri.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sabam Pardosi diruang kerjanya di Balige mengatakan, pencatatan kelahiran yang melampaui batas waktu 1 (satu) tahun, tidak perlu dengan penetapan Pengadilan Negeri didasarkan Putusan MK Nomor 18/PUU-XI/ 2013.

Dalam Putusan, kata Sabam disebutkan bahwa Pasal 32 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Dengan demikian, sebut Sabam, pencatatan kelahiran yang melampaui batas waktu satu tahun, tidak perlu lagi dengan penetapan Pengadilan Negeri.

“Ketentuan ini sudah disosialisasikan Ketua MK kepada Ketua Pengadilan Tinggi dan Ketua Pengadilan Negeri di seluruh Indonesia melalui Surat Nomor : 01/Bua.6/Hs/SP/V/2013 tanggal 1 Mei 2013. Isinya Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pencabutan Surat Edaran Mahkamah Agungg Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pedoman Penetapan Pencatatan Kelahiran yang melampaui waktu satu tahun secara kolektif,” jelasnya.

Ditambahkannya, dengan adanya Putusan MK ini, sejak 1 Mei 2013, Pengadilan tidak lagi berwenang memeriksa permohonan penetapan pencatatan akta kelahiran yang diajukan masyarakat. Namun diakuinya terhadap permohonan penetapan akta kelahiran yang telah diregister sebelum tanggal tersebut, Pengadilan akan terus menyelesaikannya supaya masyarakat bisa memperoleh haknya.

“Kami pun, setelah ada Putusan MK ini, sudah akan memproses permohonan pencatatan akta kelahiran anggota masyarakat, sambil menunggu Surat Edaran Mendagri, karena akta kelahiran merupakan dokumen dasar yang sangat diperlukan masyarakat, dan langkah ini sudah kami laporkan kepada Sekda melalui rapat kordinasi,” jelasnya seraya menyebutkan untuk sosialisasi ketentuan ini, pihaknya yang segera menyurati seluruh Camat untuk diteruskan kepada Kepala Desa masing-masing untuk ditempelkan ditempat-tempat strategis agar diketahui khalayak umum.

Ditanya terkait dana Rp. 400 juta yang sempat ditampung di APBD Tobasa Tahun 2013 untuk menunjang Pengadilan Keliling, Sabam mengatakan mengembalikannya ke kasda dan mengenai sebagian dana yang sudah sempat digunakan sebelum Putusan MK keluar, untuk pengadaan laptop guna menunjang kegiatan Pengadilan Keliling, pihaknya akan mengkordinasikannya dengan Inspektorat, Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah dan Bappeda Tobasa.

By baligenews

Staf UPTD Landbow Parulian Aritonang ditemani rekan kerjanya Apul Simanjuntak tampak memberikan jawaban atas pertanyaan Bupati Pandapotan Kasmin Simanjuntak terkait jumlah dan pemanfaatan traktor dibawah pengawasan UPTD Landbow Laguboti.

Staf UPTD Landbow Parulian Aritonang ditemani rekan kerjanya Apul Simanjuntak tampak memberikan jawaban atas pertanyaan Bupati Pandapotan Kasmin Simanjuntak terkait jumlah dan pemanfaatan traktor dibawah pengawasan UPTD Landbow Laguboti.

Jabatan Sabar Hutagalung sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Pertanian Landbow Kecamatan Laguboti, dicopot oleh Bupati Toba Samosir (Tobasa) Pandapotan Kasmin Simanjuntak Kamis (17/1). Pencopotan langsung dilakukan dari Landbow, saat kunjungan kerja ke UPTD tersebut dan digantikan Osdiman Sirait SP.

“Tolong sampaikan sekarang kepada Kepala Dinas Pertanian, supaya dibuatkan surat usulan pergantian Sabar Hutagalung. Sekarang juga agar Surat Keputusannya dapat segera diterbitkan. Penggantinya Osdiman Sirait SP yang saat ini bertugas di Kantor Ketahanan Pangan,” sebut Bupati menginstruksikan Asisten I Pemerintahan Drs Wasir Simanjuntak

Merasa mendapat perintah, dari lokasi Kantor UPTD Balai Benih Landbow Asisten I Wasir Simanjuntak langsung menelepon Kepala Dinas Pertanian Parlindungan Simanjuntak agar sesegera mungkin membuat usulan pergantian Sabar Hutagalung selaku Kepala UPTD Balai Benih Landbow Laguboti menjadi Osdiman Sirait SP.  Usai asisten I menelepon Kadis Pertanian, Bupati menelepon dan mengirim pesan singkat melalui handphon miliknya kepada pejabat terkait pergantian tersebut, agar segera ditindaklanjuti.

Pada kunjungan itu Bupati Pandapotan Kasmin tidak hanya didampingi Asisten I Wasir Simanjuntak, tetapi dalam rombongan ikut serta Anggota DPRD Robert Hutajulu, Kepala Bappeda James Silaban SH, Kadis Tarukim Darlin Sagala, Kadis PU Jhon Piter Silalahi, Camat Laguboti Taruli Siagian, Sekcam Laguboti Wilman Sibarani dan sejumlah pejabat Pemkab Tobasa lainnya.

Asisten I Pemerintahan Drs Wasir Simanjuntak menunjuk areal UPTD Landbow yang berpotensi dapat dijadikan lokasi pembangunan workshop kepada Bupati Pandapotan Kasmin Simanjuntak.

Asisten I Pemerintahan Drs Wasir Simanjuntak menunjuk areal UPTD Landbow yang berpotensi dapat dijadikan lokasi pembangunan workshop kepada Bupati Pandapotan Kasmin Simanjuntak.

Tujuan kedatangannya di Landbow untuk meninjau areal UPTD sekaligus ingin melihat langsung pengelolaan Balai Benih itu. Setiba rombongan dilokasi, Bupati disambut langsung staf UPTD Parulian Aritonang, Hardi Sinaga dan Apul Simanjuntak. Dalam pertemuan itu Bupati mempertanyakan jumlah traktor serta pemanfaatnnya. Kemudian benih apa saja dikembangkan disana.

Karena staf UPTD kurang akurat dalam memberi jawaban, Bupati mempertanyakan keberadaan Kepala UPTD yang tidak berada ditempat. “Dimana Kepala UPTD-nya,” tanya Bupati. “Kami kurang tau pak,” jawab staf UPTD.

Begitu Kepala UPTD tidak diketahui dimana, Bupati beranjak meninjau lahan balai benih yang saat ini ditamai jagung untuk dikaji menjadi tempat pembangunan workshop atau gudang perlengkapan alat berat.

Dalam kesempatan itu, para Kepala Dinas, staf UPDT, Kepala Desa Sibarani Nasampulu Anna Elfrida Siahaan dan warga masyarakat memberikan saran dan masukan kepada Bupati. Salah satu masukan diantaranya mengenai Kepala UPTD yang dinilai kurang agresif.

“Kalau boleh pak Bupati, tolonglah ditempatkan disini pimpinan yang benar-benar mau bekerja dan mengayomi anak buah serta mampu memanfaatkan potensi yang ada,” ujar salah seorang warga. Kepala Desa Anna Elfrida Siahaan menyebutkan, agar balai Benih itu berdaya guna dan masyarakat dapat memperoleh bibit unggul, disarankan pejabat yang memimpin UPTD itu hendaknya pejabat yang betul-betul mau mengabdikan ilmunya.

Mendengar permohonan itu serta melihat kondisi Balai Benih Pertanian yang terkesan kurang dimanfaatkan dengan maksimal, Bupati memberi perintah kepada Asisten I Wasir Simanjuntak agar menelepon Kadis Pertanian agar sesegera mungkin membuat surat usulan pergantian Sabar Hutagalung dengan pengganti Osdiman Sirait yang dinilai lebih bertanggung jawab terhadap amanah dari jabatan yang diemban.

Menurut Anna, sebelumnya Osdiman sudah pernah menjabat Pelaksana Tugas (PLT)  Kepala UPTD di Landbow. Kinerja Osdiman selama dinasa dinilai cukup baik. Dan oleh karena hasil kinerjanya bagus, masyarakat sering datang menerima bibit unggul dari UPTD itu.

“Saya menilai Osdiman cukup bagus, karena sewaktu dia menjabat sebagai PLT Kepala UPTD hasil kinerjanya baik, dan masyarakat sering menerima bibit unggul dari UPTD,” sebut Anna. ***

By baligenews

UDA Medan Bekerjasama Dengan Dinas Pariwisata Tobasa Untuk Menggelar Perlombaan Tortor Kreasi Tingkat SMA/SMK

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba Samosir Ultri S Simangunsong ST.MT bersama Sekretaris Dinas Jaharapan Tampubolon S.Sos dan Kabid P3SB Marasi Simamora SPd, tampak serius berdiskusi dengan tim Universitas Darma Agung Medan yakni Drs Arifin Sihombing MSc, Rosita Saragih M.Kes dan Selly Sitopu M.Kes mengenai rencana perlombaan tortor kreasi tingkat SMA/SMK se Tobasa tahun 2013.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba Samosir Ultri S Simangunsong ST.MT bersama Sekretaris Dinas Jaharapan Tampubolon S.Sos dan Kabid P3SB Marasi Simamora SPd, tampak serius berdiskusi dengan tim Universitas Darma Agung Medan yakni Drs Arifin Sihombing MSc, Rosita Saragih M.Kes dan Selly Sitopu M.Kes mengenai rencana perlombaan tortor kreasi tingkat SMA/SMK se Tobasa tahun 2013.

Tim Universitas Darma Agung (UDA) Medan terdiri dari Kepala Lembaga Penjamin Mutu dan Lembaga Penelitian Medan Drs Arifin Sihombing MSc bersama Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Darma Agung Medan Rosita Saragih M.Kes dan Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Keperawatan Selly Sitopu M.Kes mengunjungi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Kedatangan ketiga orang ini disambut baik oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tobasa Ultri S Simangunsong ST.MT bersama stafnya diruang kerjanya di Jalan DI Panjaitan Balige, Rabu (16/1).

Dalam pertemuan itu, Drs Arifin Sihombing MSc menyampaikan rencana Universitas Darma Agung Medan, ingin menyelenggarakan kegiatan perlombaan tortor kreasi tingkat SMA/SMK di Balige Kabupaten Tobasa tanggal 15 Pebuari 2013 mendatang dengan peserta direncanakan berjumlah  22 sekolah.

Rencana ini dikatakannya merupakan salah satu bentuk pengabdian Universitas Darma Agung Medan dalam membangun masyarakat, sebagaimana fungsi dari Perguruan Tinggi atau Tri dharma Perguruan Tinggi dan komitmen dari Ketua Umum Yayasan Darma Agung Institut Sains dan Teknologi TD Pardede yakni Ny. Sariati P.R. Siregar boru Pardede. Dimana dalam komitmen itu, kata Arifin, Ny. Sariati P.R. Siregar boru Pardede sangat serius ingin membangun dan mengembangkan pariwisata khususnya di daerah Tobasa.

“Jadi sebenarnya ide ini awalnya muncul dari Ketua Yayasan, kemudian didukung Rektor Universitas Darma Agung Prof. Dr. Binsar Panjaitan MPd,” ujarnya sembari menegaskan bahwa tortor bukan milik negara lain, melainkan asli milik bangsa Indonesia. Karenanya disebutkan perlu dilakukan upaya pelestariannya, dengan harapan melalui kegiatan perlombaan tortor kreasi itu masyarakat makin sadar bahwa seni dan kreativitas dapat mencerminkan nilai-nilai dan karakteristik daerah itu.

Mendengar program tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tobasa Ultri S Simangunsong ST.MT menyambut baik rencana mulia itu dan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Universitas Darma Agung Medan yang dengan sengaja datang ke Balige dengan rencana menggelar kegiatan perlombaan tortor kreasi di Tobasa.

“Kami bersyukur dan berterimakasih kepada tim Universitas Darma Agung Medan yang telah datang berkunjung ke Tobasa dengan membawa rencana program ingin menggelar perlombaan tortor kreasi tingkat SLTA,” sebut Ultri.

Menurut Ultri rencana ini sangat positif untuk pengembangan pariwisata di daerah itu. Karenanya dikatakannya, pihaknya sangat welcome. “Karena rencana program ini sangat positif untuk pengembangan pariwisata di daerah ini, kami sangat welcome dan kepada siapa saja yang mau bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tobasa untuk pengembangan pariwisata, kami welcome,” ucapnya, seraya berharap kerjasama itu tidak terputus hanya sampai tahun 2013, namun hendaknya berkesinambungan setiap tahunnya hingga menjadi suatu agenda rutin. ***

By baligenews

Dispora Tobasa Usulkan Pembangunan Stadion Ke Kemenpora

Lapangan Sisingamangaraja di Jalan Mulia Raja, Balige, sebagai salah satu lapangan di Ibukota Kabupaten Tobasa, sangat membutuhkan peningkatan fasilitas.

Lapangan Sisingamangaraja di Jalan Mulia Raja, Balige, sebagai salah satu lapangan di Ibukota Kabupaten Tobasa, sangat membutuhkan peningkatan fasilitas.

Dinas Pemuda dan Olahraga Toba Samosir mengusulkan Lapangan Sisingamangaraja di Jalan Muliaraja, Balige, dibangun menjadi sebuah stadion. Usulan pembangunan stadion ini tidak menggunakan anggaran daerah sebab usulan disampaikan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dispora Tobasa juga telah menyertakan gambar atau desain stadion.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tobasa Jamel Panjaitan mengatakan, pengusulan lapangan Sisingamangaraja ini dilakukan Oktober tahun lalu. Meski terkesan terlambat lantaran pembahasan APBN-Perubahan selesai Agustus, sehingga dipastikan tahun ini belum terealisasi. Jamel berharap, pembangunan stadion akan disetujui Kementerian dan baru akan dilaksanakan pembangunannya pada tahun 2014.

Lapangan Sisingamangaraja, kata Jamel, sangat berjasa dalam pengembangan olahraga di Tobasa. Namun, fasilitas lapangan belum sepenuhnya mamadai, seperti tribun penonton serta fasilitas lainnya. Tribun penonton hanya berada pada pintu masuk utama dan kapasitas tempat duduk terbatas. “Jadi kalau ada event event seperti pekan olahraga kabupaten, kita kesulitan memfasilitasi para penonton,” papar Jamel (16/1) di Balige.

Soal desain stadion, akan sedikit mengalami perubahan posisi tempat duduk tribun utama. Tempat duduk tribun utama berada di depan Kantor Camat Balige. Menurut Jamel, penggantian posisi tribun sudah direncanakan dengan matang, selain mempermudah akses masuk ke lapangan posisi tribun saat ini dinilai kurang tepat. “Tempat duduk tribun utama membelakangi tao (Danau Toba), kata orang tua hal itu dipantangkan. Jadi kita coba, tribun menghadap ke danau sehingga penonton dapat melihat suguhan pertandingan atau acara di lapangan sekaligus bisa menikmati keindahan danau dari tribun,”tambahnya.

Untuk memuluskan pembangunan stadion tersebut, Jamel meminta bantuan Hinca Panjaitan salah satu tokoh olahraga nasional. Kepada Hinca, Jamel mengatakan bahwa Tobasa sangat berharap usulan tersebut terealisasi pada tahun depan. Terkait dengan pelaksanaan proyek, diserahkan sepenuhnya kepada Kemenpora. “Yang kita takutkan, apa yang terjadi dengan kasus Hambalang maunya tidak terjadi di sini. Kita serahkan saja kepada mereka, yang penting terbangun dulu, soal siapa yang mengerjakan terserah kepada mereka,” tambahnya.***

By baligenews

Pesta Bona Taon PSSSI & BB se-Tobasa 2013 Meriah

Panitia Pesta Bona Taon PSSSI & BB se-Tobasa 2013, melalui Koordinator Penasehat Pandapotan Kasmin Simanjuntak yang juga Bupati Tobasa mengucapkan terimakasih kepada seluruh PSSSI & BB Tobasa yang hadir, serta kepada pihak yang telah turut mensukseskan Pesta Bona Taon 2013 tersebut diplataran Gereja HKBP DR IL Nommensen Sigumpar, Sabtu (12/1)

Panitia Pesta Bona Taon PSSSI & BB se-Tobasa 2013, melalui Koordinator Penasehat Pandapotan Kasmin Simanjuntak yang juga Bupati Tobasa mengucapkan terimakasih kepada seluruh PSSSI & BB Tobasa yang hadir, serta kepada pihak yang telah turut mensukseskan Pesta Bona Taon 2013 tersebut diplataran Gereja HKBP DR IL Nommensen Sigumpar, Sabtu (12/1)

Pomparan Simanjuntak Sitolu Sada Ina, Boru/Bere/Ibebere Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) berpesta Bona Taon 2013 diplataran Gereja HKBP DR IL. Nommensen Sigumpar Kecamatan Sigumpar Sabtu (12/1). Diperkirakan 2.000 orang lebih Pomparan Simanjuntak Sitolu Sada Ina : Mardaup, Sitombuk, Hutabulu, Boru/Bere dan Ibebere (PSSSI & BB) dari 16 Kecamatan yang ada di Kabupaten itu antusias hadir mengikuti acara tersebut.

Pesta Bona Taon PSSSI dan Boru/Bere/Ibebere itu mengangkat tema “Ai jadijaianna do hita, angka na tinompana di bagasan Kristus Jesus, asa marulaon na denggan hita (Epesus 2 : 10a). Sub tema : “Simanjuntak Sitolu Sada Ina & Boru, bere/Ibebere se-Kabupaten Toba Samosir mangeahi na denggan, gabe siula hadengganon”.

Setelah selesai kebaktian singkat dipimpin Praeses HKBP Distrik XI Toba Hasundutan di Balige Pdt Midian KH Sirait MTh, Ketua Panitia Pesta Bona Taon Sabam Simanjuntak mengajak seluruh PSSSI & BB se-Tobasa mengucap syukur kepada Tuhan yang telah memberikan rahmad dan karuniaNya selama di tahun 2012, dengan harapan agar di tahun 2013 mereka juga tetap dilindungi dan diberi kesehatan serta kekuatan dalam melaksanakan semua aktivitas kehidupan sehari-harinya.

“Marilah kita berdoa bersama mengucap syukur kepada Tuhan. Mari kita doakan saudara-saudara kita agar kedepan Pomparan Simanjuntak Sitolu Sada Ina memiliki kehidupan lebih baik dan maju dari tahun sebelumnya. Dan saya pesankan Debata bahen donganmi laho mangula ulaonmu,” sebut Sabam semangat.

Pesta Bona Taon PSSSI & BB se Tobasa itu meriah dan penuh sukacita. Antara satu dengan lainnya cukup akrab bahkan Pengurus Pusat PSSSI dari Jakarta, PSSSI Medan dan PSSSI Cabang antara lain Manganar Simanjuntak, DR E Magdalena br Simanjuntak, Tumpal Simanjuntak dan Ridwanto Simanjuntak bangga terhadap Pesta Bona Taon PSSSI & BB Tobasa 2013 yang berlangsung penuh kekeluargaan dan sukses.

Hal serupa disampaikan utusan Boru Natuatua Sirait. Dikatakannya mereka juga sangat berbangga hati ikut serta dalam Pesta Bona Taon PSSSI & BB tersebut. Seiring dengan itu dia mengharapkan doa dan dukungan Simanjuntak agar kedepan mereka sebagai boru natuatua bisa lebih baik lagi dan lebih maju dari tahun sebelumnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tobasa Sahat Panjaitan diwakili Mangapul Siahaan SSi mengharapkan pesta bona taon itu menjadi momen penting bagi seluruh pomparan Simanjuntak Sitolu Sada Ina, Boru/Bere/Ibebere se- Tobasa untuk memperkuat tali persaudaraan dikeluarga besar PSSSI & BB Tobasa. “Kami juga berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi punguan marga-marga lain,” sebutnya.

Mangapul mengatakan, punguan marga-marga ditengah-tengah masyarakat sangat penting. Bila semua marga memiliki punguan, persatuan dan kesatuan akan lebih mudah diwujudkan karena komunikasinya bisa lebih gampang. Seperti Pomparan Simanjuntak Sitolu Sada Ina, Boru/Bere/ Ibebere se-Tobasa. Dengan adanya punguannya, PSSSI bisa berkumpul melaksanakan Pesta Bona Taon 2013 secara bersama-sama dengan penuh kekeluargaan. “Dan saya berharap, punguan ini bermitra dengan pemerintah untuk mewujudkan visi misi Bupati-Wakil Bupati Tobasa menuju masyarakat yang memiliki rasa Kasih, Peduli dan Bermartabat,” ujarnya.

Untuk menghibur pesta bona taon tersebut, Trio Lamtama, Rolis band, Melodi Sister, Trio Pemkab Tobasa hadir dengan lagu-lagu rohani. Tidak ketinggalan pelawak Malpinas dengan kocaknya berhasil membuat seluruh hadirin tertawa penuh sukacita. Dipenghujung acara dilakukan luck draw dengan berbagai hadiah sumbangan dari Partai Demokrat, Eduard Simanjuntak putra dari anggota DPRD Tobasa Sabam Simanjuntak dan Bobby Simanjuntak putra dari Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak.

Hadir juga dalam acara itu Wakil Bupati Tobasa Liberty Pasaribu, Sekda Liberty Manurung, Kepala Dinas Pendidikan Mariani MPd, Kabag Ortala Marlindo Sibarani, Kadis Perindagkop Joni Hutajulu, bakal calon Bupati Tapanuli Utara Pinondang Simanjuntak, Tulang Sihotang, saudara kandung Simanjuntak yakni Siahaan dan Hutagaol. ***

By baligenews

Dinas Pendidikan Tobasa Syukuran Tahun Baru 2013 di Tarutung Kabupaten Taput

1Pasca syukuran tahun baru Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) di Balige, Dinas Pendidikan menggelar syukuran tahun baru 2013 dikediaman Kepala Dinas Pendidikan Mariani MPd di Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Rabu (9/1).

Syukuran dan doa bersama itu dimaksudkan untuk mengucapkan syukur dan berdoa kepada Tuhan karena telah memberikan karunia kesehatan dan kekuatan bagi mereka selama tahun 2012, sehingga mereka dapat melaksanakan tugasnya sebagai aparatur pemerintah dibidang pendidikan di Kabupaten Tobasa.

Kendati acara dilaksanakan diluar Kabupaten Tobasa (Taput, red) Kepala Sekolah (Kepsek) SD/SMP/SMA/SMK, UPTD, Pengawas Sekolah dan pegawai dijajaran Dinas Pendidikan Tobasa sangat antusias menghadiri acara syukuran tersebut.

2Menurut informasi yang beredar, para pelaku dan pengelola pendidikan ini berangkat dari Balige Kabupaten Tobasa ke Tarutung Kabupaten Taput sekitar pukul 10.00 Wib, karena acaranya disebut-sebut dimulai pukul 11.00 Wib.

Pertanyaannya, apakah keberangkatan para Kepsek SD/SMP/SMA/SMK, UPTD, Pengawas Sekolah dan pegawai dijajaran Dinas Pendidikan Tobasa tersebut atas seizin Bupati-Wakil Bupati atau Sekda Tobasa ?, tidak ada yang bisa menjawab.

Pasalnya keberangkatan mereka masih pada saat jam kerja, dan akibatnya Kantor Dinas Pendidikan Tobasa menjadi kosong, ibarat rumah tak bertuan. Seluruh pintu ruang kerja para Kepala Bidang, Sekretaris Dinas tertutup rapat, kecuali pintu ruang tunggu dan ruang kerja Kadis Pendidikan. Pegawai pun tak ada satupun yang berhasil dijumpai wartawan di kantor tersebut saat hendak meliput disana sekitar pukul 14.00 Wib.

Menanggapi kondisi tersebut, Aktivis LSM Tim Operasional Pengawasan Pembangunan Pendidikan Indonesia Kabupaten Tobasa Hotmei Sinurat sangat menyayangkannya bahkan mempertanyakan alasan Dinas Pendidikan melakukan syukuran tahun baru 2013 di Tarutung Kabupaten Taput, sementara wilayah tugas sehari-harinnya di Kabupaten Tobasa.

“Silahkan melakukan syukuran, tetapi alangkah bagusnya acara itu dilaksanakan di Tobasa, karena sehari-harinya mereka bertugas di Tobasa, bukan di Tarutung Kabupaten Taput. Kedua, mereka berangkat ke Tarutung saat jam kerja. Apakah keberangkatan mereka seizin Bupati atau Wakil Bupati atau Sekda ?. Kalau tidak ada, Bupati dalam hal ini harus tegas, jangan diskiriminatif,” sebutnya.

Sebelumnya Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Tobasa Elisber Tambunan mengakui, bahwa keberangkatan para pelaku pendidikan itu ke Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara adalah untuk menghadiri syukuran Tahun baru 2013. “Informasi yang saya peroleh, mereka di Tarutung untuk syukuran tahun baru 2013,” jawabnya singkat. ***

By baligenews

Polres Tobasa dan Remaja Masjid Al Hidayah Adakan Sunatan Massal

KhinatanSedikitnya 17 anak mendapat dikhitan secara gratis pada bhakti sosial yang diprakarsai Polisi Resort Kabupaten Toba Samosir (Polres Tobasa) dan Remaja Masjid Al-Hidayah Porsea  bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Tobasa. Sunatan massal dilaksanakan dipelataran Majid Raya Al Hidayah Porsea Tobasa, Selasa (8/1).

Sunatan massal ini digelar dalam rangka menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H. Kapolres Tobasa melalui Kasat Binmas AKP Syafi’I mengatakan, kegiatan positif ini merupakan bentuk bhakti sosial dengan elemen masyarakat.

“Pada dasarnya kegiatan ini diprakarsai Remaja Masjid Al Hidayah Porsea. Karena programnya positif  kita sambut baik sebagai tanda bahwa Polres memiliki hubungan erat dengan seluruh elemen masyarakat,” tutur Syafi’i.

Kadis Kesehatan melalui Kasi Kesehatan Komunitas Siti Nuraya Sirait S.Km memberikan apresiasinya atas gagasan tersebut. “Dan sebagai tanda respon pemerintah, kita menurunkan tenaga kesehatan yang kualified untuk itu. Selanjutnya pun kita siap. Kapan saja dibutuhkan untuk bhakti sosial seperti ini, kita siap,” sebutnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Suryadi Hamdan melaporkan, seyogyanya kegiatan tersebut dilaksanakan pada masa liburan lalu dengan target peserta jauh lebih banyak. Tetapi karena persiapannya masih kurang memadahi, acara diundur dan dilaksanakan hari itu.

Terpisah, Penasehat Remaja Masjid Al Hidayah Porsea Supriyadi kepada wartawan menjelaskan, selain sunatan massal, pada kegiatan ini panitia juga memberikan bingkisan berupa sarung serta uang saku kepada seluruh peserta. Yang mana hadiah tersebut sebagai bentuk apresiasi dari Kapolres Tobasa AKBP H. Budi Suherman S.Ik sebagai bentuk dukungannya terhadap kaum muda yang memiliki kegiatan positif.

Khinatan1“Remaja Masjid memang harus lebih ekstra untuk melakukan kegiatan-kegiatan serupa ditengah-tengah kondisi generasi muda saat ini yang cukup mengkhawartirkan. Karena kita menganggap kegiatannya dapat dikatakan sebagai salah upaya menjaga ketertiban masyarakat. Untuk itu kita menaruh apresiasi kepada Panitia yang sudah bersusah payah melaksanakan kegiatan ini,” ucap Supriyadi yang juga aktif sebagai Pembina Pramuka se Tobasa ini.

Turut hadir pada acara sunatan massal ini Kasat Sabhara AKP H.J. Berutu, Ketua BKPRMI Sophan Ahmadi Nasution S.Ag, Ketua GP. ANSOR Tobasa MHD. Ali M Pardede, Kasi Kesehatan Dasar Bernadeta Sihombing S.Km, Marihot Pardosi S.Km, Kepala Puskesmas Pintupohan Meranti dr. Rita, Kapus Habinsaran dr. Raja Ipan Sinurat, Kapus Porsea dr. Reinhart Siahaan, Kapus Ajibata dr. Asti Simanjuntak dan sejumlah Tim medis yang menangani secara langsung acara sunatan massal tersebut. ***

By baligenews

Sejumlah Pejabat Eselon II dan III, Dijemur Bupati Tobas

Sesaat sebelum menghukum jemur sejumlah pejabat eselon II dan III, Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak didampingi Wakil Bupati Liberty Pasaribu tampak sedang memimpin apel pagi gabungan diplataran Kantor Bupati sementara di Simanjalo Balige, Senin (7/1)

Sesaat sebelum menghukum jemur sejumlah pejabat eselon II dan III, Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak didampingi Wakil Bupati Liberty Pasaribu tampak sedang memimpin apel pagi gabungan diplataran Kantor Bupati sementara di Simanjalo Balige, Senin (7/1)

Bupati Toba Samosir (Tobasa) Pandapotan Kasmin Simanjuntak menghukum sejumlah Pejabat Eselon II dan III diplataran Kantor Bupati sementara di Simanjalo Balige, Senin (7/1). Diduga mereka dihukum karena tidak menghadiri acara syukuran tahun baru yang dilaksanakan Jumat (4/1) lalu diplataran Kantor Bupati Jalan Sutomo Balige.

Bupati menjemur mereka sesaat setelah usai apel pagi gabungan, dibawah terik matahari, disaksikan PNS lainnya dilingkungan Sekretariat Kabupaten Tobasa. Mereka hampir dua jam dijemur, dan kembali bekerja setelah Bupati memerintahkan Kepala Kantor Satpol PP Timbul H Sihombing SPd supaya menginformasikan para pejabat sudah bisa membubarkan diri.

Menurut Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Tobasa Elisber Tambunan SE, hukuman itu merupakan pembinaan, ibarat Bapak membina Anak, untuk meningkatkan kesadaran PNS atau pejabat yang memiliki tugas dan tanggungjawab dalam mengemban amanah. “Jadi itu merupakan tindakan pembinaan disiplin dilingkungan Pemkab Tobasa,” ujar Elisber.

Menanggapi hukuman itu, beragam muncul tanggapan warga. Seperti diutarakan Jupanner Pangaribuan, wajar seorang pimpinan memberikan sanksi atau hukuman disiplin kepada bawahannya, agar kedepan lebih disiplin.

“Soal bentuk hukumannya yaitu dengan menjemur diterik matahari tidak perlu dipersoalkan karena mungkin itu tindakan yang dapat menimbulkan efek jera bagi mereka dan PNS lainnya, sehingga kedepan PNS dilingkungan Pemkab Tobasa lebih disiplin,” ujarnya.

Berbeda dengan aktivis LSM Merah Putih Nusantara Kabupaten Tobasa Berlin Marpaung. Dia mengatakan, hukuman disiplin yang dikenakan Bupati tersebut kurang tepat.

“Masa gara-gara tidak menghadiri syukuran tahun baru pejabat dijemur. Jadi menurut saya, alasan Bupati menghukum mereka tidak tepat. Kalaupun harus diberi sanksi, kenapa harus dijemur ? kenapa bukan hukuman disiplin ringan seperti teguran lisan atau teguran tertulis atau pernyataan tidak puas secara tertulis sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Karena main jemur jelas sudah tidak jamannya lagi,” sebut Berlin.

Hal senada juga disampaikan aktivis LSM Galumbang Sibarani. Membina pejabat dengan memberi hukuman menjemur gara-gara tidak menghadiri syukuran tahun baru, dinilainya kurang tepat, kecuali mangkir dari tugas. “Tetapi kalau mangkir dari tugasnya atau tidak masuk kerja, silahkan diberi teguran dan diberi sanksi administratif,” ujarnya singkat. ***

By baligenews

Bupati Tobasa Ajak Jajarannya Mengevaluasi Pelaksanaan Pembangunan Tahun 2012

Bupati Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) mengajak seluruh jajarannya merenungkan dan mengevaluasi pelaksanaan pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan selama tahun 2012, karena diakui masih banyak yang belum dapat direalisasikan dikarenakan keterbatasan anggaran dan sumber daya lainnya serta kekurangan dalam pelaksanaannya.

“Mari kita merenung dan mengevaluasi semuanya secara bersama, supaya di tahun 2013 kita dapat memperbaiki kekurangannya, demi mencapai keberhasilan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya Jumat (4/1) di Plataran Kantor Bupati di Jalan Sutomo Balige, pada Open House bersama seluruh jajaran Pemkab, Uspida, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, guru, ormas, OKP dan Insan Pers.

Bupati mengatakan, Tahun Anggaran 2012, guna meningkatkan kualitas SDM di daerah itu, pihaknya telah meningkatkan kualitas guru sebanyak 378 orang melalui pelatihan. Merevitalisasi sarana dan prasarana pendidikan. Menambah beberapa unit sekolah baru seperti SMKN 1 Sigumpar, SMPN 2 Borbor, SMPN 5 Satu Atap Simanobak dan SMPN 2 Satu Atap Nassau. Harapannya dengan bertambahnya unit sekolah itu tidak ada lagi anak didik di daerah itu yang putus sekolah hanya karena jarak tempuh yang jauh.

Disisi lain, Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada guru yang telah membina anak didiknya, sehingga berhasil meraih Juara 1 Lomba Peneliti Belia Tingkat SMA se-Provsu Tahun 2012 atas nama tim terdiri dari Yanti Manurung, Armando Siahaan dan Nugraha Sinaga, siswa-siswi SMA Unggul DEL Laguboti dan Lomba Keterampilan siswa bidang study elektronika tingkat Provsu atas nama Martin Zalukhu, siswa SMK 1 Balige.

Kemudian Juara III Tingkat Provsu pada Lomba Keterampilan Bidang Otomotif atas nama Candra Napitupulu, siswa SMK Negeri 1 Balige, Juara II Siswa Berprestasi Study Matematika Non Teknologi juga Tingkat Provsu atas nama Martha Samsoir, siswa SMK Negeri 2 Balige.

“Untuk itu saya minta seluruh guru yang mengajar disekolah lain, agar lebih giat berlatih dan melatih guna peningkatan kualitas anak didik sehingga mampu bersaing dalam meraih prestasi yang menggembirakan,” pinta Bupati.

Banyak hal penting yang diutarakan Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak pada kesempatan itu. Salah satu diantaranya pemerataan guru atau tenaga pengajar di daerah itu. Dikatakannya sudah saatnya pemerintah daerah itu melakukan pemerataan tenaga pengajar diseluruh sekolah, agar tidak ada lagi penumpukan diperkotaan, sementara di desa terpencil sangat kekurangan.

“Saya minta, Sekda, Kepala Dinas Pendidikan dan SKPD terkait berkordinasi terkait hal ini untuk merumuskan pemerataan tenaga pengajar atau guru, sesuai tuntutan peraturan perundang-undangan,” tegas Bupati.

Ketua DPRD Sahat Panjaitan mengatakan, sepanjang program pemerintah berpihaknya kepada peningkatan SDM dan kesejahteraan masyarakat, pihaknya akan mendukung. Sementara mengenai APBD 2013, Sahat meminta supaya pelaksanaannya dilakukan secara sungguh-sungguh agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.

Masyarakat Kristen diwakili B. Siahaan dan masyarakat Muslim diwakili I Napitupulu juga mengutarakan hal serupa. Dalam membangun Tobasa tahun 2013, pemerintah diharapakn terus membangun sinergitas dengan Uspida dan seluruh elemen masyarakat, agar semua unsur berperan aktif memberhasilkan program yang dicanangkan guna peningkatan pembangunan dan kesejahteraa masyarakat daerah itu.***

By baligenews